Kamis, 12 Juli 2012

Rangkuman Materi Jamur


JAMUR

A.      Ciri-ciri Fungi atau Jamur
a.       Merupakan organism yang tidak berklorofil, oleh karena itu bersifat heterotrof. Hidup sebagai saprofit, parasit, dan ada yang bersimbiosis.
b.      Bersifat eukarion (mempunyai inti yang sejati).
c.       Ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak.
d.      Berkembangbiak secara vegetative dan generative
e.      Menyenangi lingkungan yang agak asam, kurang cahaya, terutama ditempat-tempat lembab yang mengandung zat organiki.
f.        Dinding sel tubuh tersusun dari kitin.

1.       Struktur Tubuh Fungi atau Jamur.
Kelompok jamur yang uniseluler seperti khamir(ragi) sangat beragam ukurannya, diameternya berkisar 1-5 mikrometer dan panjang 5-30 mikrometer. Jamur yang bersel banyak tubuhnya tersusun dari benang-benang yang disebut hifa.
Pada beberapa jamur, dinding hifa mengandung selulosa, tetapi pada umumnya terutama terdiri atas nitrogen organic, yaitu kitin.

Macam-macam hifa:
·         Aseptat, yaitu hifa yang tidak mempunyai sekat atau septum dan biasa disebut senosit.
·         Septat uninukleus, yaitu hifa dengan sel beinti tunggal, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang dan setiap ruang berisi satu inti.
·         Septat multinukleus, yaitu hifa dengan sel banyak.

2.       Perkembangbiakan Fungi atau Jamur
a.       Perkembangbiakan secara aseksual
1)      Fragmentasi hifa
2)      Pembentukan tunas (kuncup)
3)      Pembentukan spora aseksual
a)      Sporangiospora
b)      Konidiaspora
c)       Klamidospora
b.      Perkembangbbiakan seksual
1)      Isogami
2)      Anisogami
3)      Oogami
4)      Gametangiogami
5)      Somatogami
6)      Spermatisasi

B.      Klasifikasi Fungi atau Jamur
1.       Diviai Zygomycotina
Dinamakan Zygomycotina karena membentuk spora istirahat berdinding tebal yang disebut zigospora. Umumnya hidup di darat sebagai saprofit dan tidak berklorofil. Hifanya tidak berskat dan berinti banyak. Perkembangbiakan secara vegetative dengan membentuk aplanospora yang hidup didarat dan yang hidup di air membentuk zoospore, sedangkan perkembangbiakan generative dengan oogami atau gametaniogami.



Beberapa contohZygomycotina
a.       Pilobolus
b.      Mucor muceedo
c.       Rhizopus nigricans
d.      Rhizopus oligosporus
e.      Rhizopus stoloniferus
f.        Mucor javanicus

2.       Divisi Ascomycotina
Ascomycotina mudah dibedakan dengan jamur lain kaena mempunyai cirri khas yaitu spora dibentuk dalam perkembangbiakan generative (seksual). Spora dibentuk dalam suatu sel yang menggelembung berbentuk kantung yang disebut askus dan spora yang dihasilkan disebut askospora.
Beberapa contoh Ascomycotina
a.       Penicillium italicum
b.      Penicillium islandicum
c.       Penicillium notatum
d.      Penicilliumchrysogenum
e.      Penicillium camembery
f.        Xylaria tabacina
g.       Aspergillus nidulans
h.      Aspergillus flavus
i.         Fusarium
j.        Claviceps puepurea

3.       Divisi Basidiomycotina
Kelompok jamur yang termasuk Basidiomycotina mempunyai bentuk yang besar (makroskopis). Sporanya dibentuk pada basidium. Tiap basidium umumnya mempunyai 4 basidispora. Perkembangbiakan Basidiomycotina secara vegetative dengan fragmentasi hifa, sedangkan secara generative dengan membentuk basidiospora pada basidium.
Daur hidup Basidiomycotina dimulai dari pertumbuhan spora basidium atau pertumbuhan konidium. Selanjutnyaakan tumbuh menjadi benang hifa yang berskat dengan satu inti, kemudian hifa  membentuk miselium.
Beberapa contoh Basidiomycotina
a.       Volvariella volvacea
b.      Auricularia polytricha
c.       Puccinia graminis
d.      Amanita phalloides
e.      Agaricus campertis
f.        Lycoperdon
g.       Lentinus edodes
h.      Ezobasidium vexans

4.       Divisi Deuteromycotina
Meliputi semua jamur yang belum diketahui perkembangbiakan seksualnya. Hanya diketahui perkembangbiakan vegetatifnya yaitu dengan membentuk konldia. Kelompok jamur ini disebut jamur tidak sempurna.
Beberapa contoh Deuteromycotina
a.       Trichophyton tonsurans
b.      Trichophyton sp.
c.       Malassezia furtur
d.      Sclerothium rolfsii
e.      Microsporum
C.      Liken (Lichenes)
Liken atau lumut kerak adalah simbiosis antara alga dengan jenis jamur tertentu. Alganya berasal dari alga hijau dan biru bersel satu, sedangkan jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Karena kemampuannya membantu pelapukan batuan, liken mempunyai peran yang sangat besar dalam pembentukan tanah dari batuan.

Menurut bentuknya lumut kerak dapat dibagi menjadi 3 kelompok
1.       Krustos
2.       Folios
3.       Frutikos
Beberapa jenis liken yang banyak dijumpai:
1.       Usnea dasypoga dan Usnea berbata
2.       Cladonia rangiferina
3.       Roccelia tinctoria
4.       Certaria islandica
5.       Pemelia acetabulum

D.      Mikoriza
Merupakan suatu bentuk asosiasi sembiotik antara akar tumbuhan tingkat tinggi dengan miselium cendawan tertentu. Mikoriza sangat bermanfaat untuk:
1.       Meningkatkan arbsorpsi hara dari dalam tanah
2.       Penghalang biologi terhadap infeksi pathogen akar
3.       Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan kelembapan yang ekstrem
4.       Meningkatkan produksi hormone pertumbuhan dan zat pengatur tumbuh lainnya seperti auksin
5.       Menjamin terselenggaranya proses biogeokemis

Mikoriza terbagi atas dua golongan yaitu:
1.       Ektomikoriza merupakan mikoriza yang menginfeksi permukaan luar tanaman dan diantara sel-sel ujung akar. Pada ektomikoriza jarinan hifa cenderung tidak masuk kedalam sel korteks tetapi hanya sampai pada bagian epidermis akar tumbuhan. Jamur ini tidak bersimbiosis karena jamur  mendapat makanan dari tumbuhan inangnya.

2.       Endomikoriza merupakan mikoriza yang menginfeksi bagian dalam  akar tanaman didalam dan diantara sel-sel ujung akar. Pada endomikoriza, jaringan hifa cendawan masuk kedalam korteks akar dan membentuk struktur yang khas berbentuk oval yang disebut vesikel. Endomikoriza berperan untuk merangsang pertumbbuhan bintil akar dan mempercepat fiksasi nitrogen.









2 komentar:

Share It